“Oh.....indahnya pemandangan di pulau itu” sering kita mendengar kata-kata
seperti itu. Atau juga yang lainnya “cantik ya baju yang kamu pakai”. Manusia sekali
lagi tak lepas dari banyak hal. Keindahan juga termasuk didalamnya. Manusia seiring
dengan majunya perkembangan mereka mulai mengenal nilai-nilai estetika yang
terkandung didalam segala sesuatu. Mengapa mereka bilang indah? Karena secara
tidak langsung, walaupun tidak semua orang mengerti akan nilai-nilai estetika
yang terkandung didalam keindahan, tapi mereka bisa mengatakan itu indah, itu
karena secara tidak langsung nalar akan nilai estetika yang telah tertanam semenjak
kecil selalu mengikuti kemanapun kita pergi.
Semakin besar nilai estetika yang terkandung didalam suatu benda, atau
tempat maka semakin mahal pulalah harga yang akan ditawarkan demi melihat
sendiri atau memiliki barang, atau tempat tersebut. Nilai estetika merupakan
nilai yang terkandung secara alami pada suatu benda, atau tempat. Maka jika
suatu benda atau tempat dibuat menjadi sedemikian menarik maka akan hilang
secara perlahan nilai estetika yang terkandung didalamnya., dan itu akan
membuatnya menjadi murah.Pada postingan kali ini saya akan sedikit bercerita
tentang kunjungan saya ke pulau dewata Bali, pulau turis Bali, atau pulau
estetika Bali.
Bali merupakan pulau yang eksotis, penuh turis, pemandangan indah, dan
suvenir serta bule-bule wanita yang cantik. Pada waktu saya masih menginjak
bangku sekolah dasar kelas 6, mama saya yang merupakan seorang pengawas hendak
mengadakan acara bersama teman-temannya yang juga sesama pengawas dari PGRI. Ketika
itu para pengawas diijinkan membawa satu anggota keluarganya gratis yang
pastinya setelah membayar lunas acara itu.
Senangnya saya bukan main ketika mendengar bahwa saya akan ikut mama pergi
ke Bali. Saya terus menunggu hari keberangkatan tersebut. Jam demi jam, hari
demi hari berlalu. Akhirnya tiba juga hari keberangkatan. Saya menunggu mama
dari dalam sekolah, cemas memang, tapi mau gimana lagi? Semuanya mama yang
ngatur, sedangkan saya hanya ikut saja. Akhirnya mama datang dan kita pergi
menuju Bandara Soekarno Hatta. Dari sana kita berangkat dengan pesawat terbang
dari perusahaan mandala air lines, lalu singgah di jogja dan berangkat ke bali
dengan pesawat bouraq air lines. Awal mula naik pesawat....memang terasa
menakutkan pada awalnya, tapi setelah beberapa menit saya sudah terbiasa. Saya mengambil
tempat duduk disebelah jendela agar bisa menikmati pemandangan dari kaca. Subhanallah...ternyata
indah sekali dibawah sana. Walaupun tidak terlihat jelas apa saja yang terdapat
disana tetapi tetap saja terlihat indah dari atas sini.
Disana saya berjalan-jalan ke daerah pembuatan mas, candi-candi besar yang
umurnya mungkin sudah puluhan tahun. Berjalan di pantai yang indah, ditemani
para gadis bule cantik yang berlarian kesana-kemari dengan senangnya. Naik parasut
yang ditarik dengan sebuah motor jetski, dan naik banana boat (perahu karet
yang terbuat dari balon dan berbentuk pisang). Malam harinya keindahan Bali
baru terlihat, sampai tengah malam pun masih banyak toko yang buka, Bali terasa
lebih ramai ketika malam hari. Para pedagan makanan seafood pun memiliki meja
yang sangat indah yang ditaruh di atas pasir pantai ketika malam hari. Agar makan
bisa teraas lebih romantis dan enak ketika kita duduk di atas kursi yang ada di
atas pasir dan berada dibawah sinar rembulan.
Disana pula terdapat gunung kintamani yang keindahannya sangat sulit
diukur.tak ada satupun dari turis baik asing maupun lokal yang tidak foto-foto
disana karena gunung kintamani sangat lah indah.
Sungguh disayangkan bagi yang belum pernah ke bali. Padahal sungguh indah
di Bali sana. Hanya membayangkan ketika saya pergi kesana, rasanya ingin kesana lagi,
jadi kangen sama suasana disana deh.
Keindahan lainnya terdapat pada masjid disana. Disana masjid, gereja saling
berdekatan dan para jemaatnya tidak ada yang berhamburan dan bentrok ke paham
agama lain. Tidak saling menyrang, dan itu merupakan suatu keindahan yang slit
dicari karena biasanya antara umat lain yang beragama berbeda terjadi keributan.
Sepulang dari sana saya menceritakan semua yang saya alami kepada anggota
keluarga saya dan mulai melanjutkan istirahat sampai pegal-pegal dr perjalan
hilang. Dan akhirnya inilah saya yang telah menceritakan seputar manusai dan
keindahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar