Jumat, 29 Juni 2012

keindahaan


“Oh.....indahnya pemandangan di pulau itu” sering kita mendengar kata-kata seperti itu. Atau juga yang lainnya “cantik ya baju yang kamu pakai”. Manusia sekali lagi tak lepas dari banyak hal. Keindahan juga termasuk didalamnya. Manusia seiring dengan majunya perkembangan mereka mulai mengenal nilai-nilai estetika yang terkandung didalam segala sesuatu. Mengapa mereka bilang indah? Karena secara tidak langsung, walaupun tidak semua orang mengerti akan nilai-nilai estetika yang terkandung didalam keindahan, tapi mereka bisa mengatakan itu indah, itu karena secara tidak langsung nalar akan nilai estetika yang telah tertanam semenjak kecil selalu mengikuti kemanapun kita pergi.
Semakin besar nilai estetika yang terkandung didalam suatu benda, atau tempat maka semakin mahal pulalah harga yang akan ditawarkan demi melihat sendiri atau memiliki barang, atau tempat tersebut. Nilai estetika merupakan nilai yang terkandung secara alami pada suatu benda, atau tempat. Maka jika suatu benda atau tempat dibuat menjadi sedemikian menarik maka akan hilang secara perlahan nilai estetika yang terkandung didalamnya., dan itu akan membuatnya menjadi murah.Pada postingan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang kunjungan saya ke pulau dewata Bali, pulau turis Bali, atau pulau estetika Bali.
Bali merupakan pulau yang eksotis, penuh turis, pemandangan indah, dan suvenir serta bule-bule wanita yang cantik. Pada waktu saya masih menginjak bangku sekolah dasar kelas 6, mama saya yang merupakan seorang pengawas hendak mengadakan acara bersama teman-temannya yang juga sesama pengawas dari PGRI. Ketika itu para pengawas diijinkan membawa satu anggota keluarganya gratis yang pastinya setelah membayar lunas acara itu.
Senangnya saya bukan main ketika mendengar bahwa saya akan ikut mama pergi ke Bali. Saya terus menunggu hari keberangkatan tersebut. Jam demi jam, hari demi hari berlalu. Akhirnya tiba juga hari keberangkatan. Saya menunggu mama dari dalam sekolah, cemas memang, tapi mau gimana lagi? Semuanya mama yang ngatur, sedangkan saya hanya ikut saja. Akhirnya mama datang dan kita pergi menuju Bandara Soekarno Hatta. Dari sana kita berangkat dengan pesawat terbang dari perusahaan mandala air lines, lalu singgah di jogja dan berangkat ke bali dengan pesawat bouraq air lines. Awal mula naik pesawat....memang terasa menakutkan pada awalnya, tapi setelah beberapa menit saya sudah terbiasa. Saya mengambil tempat duduk disebelah jendela agar bisa menikmati pemandangan dari kaca. Subhanallah...ternyata indah sekali dibawah sana. Walaupun tidak terlihat jelas apa saja yang terdapat disana tetapi tetap saja terlihat indah dari atas sini.
Disana saya berjalan-jalan ke daerah pembuatan mas, candi-candi besar yang umurnya mungkin sudah puluhan tahun. Berjalan di pantai yang indah, ditemani para gadis bule cantik yang berlarian kesana-kemari dengan senangnya. Naik parasut yang ditarik dengan sebuah motor jetski, dan naik banana boat (perahu karet yang terbuat dari balon dan berbentuk pisang). Malam harinya keindahan Bali baru terlihat, sampai tengah malam pun masih banyak toko yang buka, Bali terasa lebih ramai ketika malam hari. Para pedagan makanan seafood pun memiliki meja yang sangat indah yang ditaruh di atas pasir pantai ketika malam hari. Agar makan bisa teraas lebih romantis dan enak ketika kita duduk di atas kursi yang ada di atas pasir dan berada dibawah sinar rembulan.
Disana pula terdapat gunung kintamani yang keindahannya sangat sulit diukur.tak ada satupun dari turis baik asing maupun lokal yang tidak foto-foto disana karena gunung kintamani sangat lah indah.
Sungguh disayangkan bagi yang belum pernah ke bali. Padahal sungguh indah di Bali sana. Hanya membayangkan ketika  saya pergi kesana, rasanya ingin kesana lagi, jadi kangen sama suasana disana deh.
Keindahan lainnya terdapat pada masjid disana. Disana masjid, gereja saling berdekatan dan para jemaatnya tidak ada yang berhamburan dan bentrok ke paham agama lain. Tidak saling menyrang, dan itu merupakan suatu keindahan yang slit dicari karena biasanya antara umat lain yang beragama berbeda terjadi keributan.
Sepulang dari sana saya menceritakan semua yang saya alami kepada anggota keluarga saya dan mulai melanjutkan istirahat sampai pegal-pegal dr perjalan hilang. Dan akhirnya inilah saya yang telah menceritakan seputar manusai dan keindahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar