Manusia memang tak pernah lepas dari harapan yang ada. Mulai dari semenjak manusia pertama yang bernama Nabi Adam AS lahir
sampai sekarang pada zaman ini. Pada saat itu manusia yang ada hanyalah dua
orang, yaitu Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa. Pada saat mereka dipindah
tempatkan dari tempat yang sangat indah yang bernama surga itu menuju ke bumi
disebabkan kesalahan yang dilakukannya. Dan pada saat itu pulalah harapan
pertama pada manusia muncul, yaitu harapan agar mereka diampuni dan kembali ke
tempat itu ketika mereka mati nanti. Setelah sekian lamanya mereka berdoa dan
menjalani kehidupan mereka yang penuh dengan ibadah kepada Allah SWT muncullah
harapan lainnya bagi sepasang manusia yang pertama pada rasnya. Mereka memiliki
keinginan untuk memiliki keturunan yang sholeh dan taat kepada mereka dan
kepada Allah SWT. Kalau dulu keinginan dan harapan para manusia hanyalah agar
diterima di sisi Tuhannya, dikarenakan kebutuhan dan perkembangan zaman tak
seperti sekarang ini. Dahulu manusia hanya butuh makan, minum, pakaian serta
tempat berlindung, tapi sekarang manusia memiliki banyak keperluan dan pastinya
akan banyak pula kebutuhannya.
Sangat perlu bagi seorang manusia bermimpi apapun mimpi yang dimilikinya. Karena
mimpi adalah harapan, dan jika manusia memiliki harapan maka segala sesuatunya
mungkin akan terjadi. Ada pepatah mengatakan “Dream as much as you like,
because a dream is a hope, and hope will lead you to a succcess, because a with
hope everything is possible”
Memang terkadang harapan tak sesuai
dengan kenyataan. Sewaktu saya kecil dulu, saya sangat ingin sekali menjadi
pilot. Terbayang ketika saya besar nanti saya menjadi pilot pesawat terbang
yang akan membawa ratusan orang melewati lautan luas yang seolah tak berujung,
memiliki topi pilot dan membawa keluarga saya menyebrangi benua menuju ke
eropa. Atau menjadi pilot pesawat tempur dan pergi berperang dengan membawa
kebanggaan negara, dipasangkan lencana oleh jendral besar Indonesia, dan
membawa negara menuju kemenangan ketika terjadi perang.
Sayangnya semua itu hanya mimpi. Tapi
seperti saya bilang dan ceritakan tadi bahwa manusia harus senantiasa memiliki
harapan. Maka jika harapan yang satu tak terwujud maka buatlah harapan yang
lainnya. Atau buatlah harapan sebanyak buih di lautan, tak penting yang mana
yang akan gagal tapi pasti ada harapan yang lolos seleksi takdir tuhan.
hehehehe.
Seperti yang saya bilang saya tak
hanya memiliki satu harapan, tapi harapan-harapan lainnya. Pada awal saya
memasuki sekolah dasar kelas dua, ada game atau permainan yang disebut
playstation. Saya tau sedikit banyak tentang seluk beluk permainan seperti itu
dan berniat untuk menginginkannya. Akhirnya saya mengumpukan uang dan permainan
tersebut berhasil saya beli. Senang rasanya ketika harapan yang kita inginkan
tercapai pada akhirnya. Apalagi jika kita mendapatkannya dengan usaha yang
gigih tanpa bantuan orang lain. Memang hasil akan sama jika dengan jika kita
dibantu dengan orang lain, malah lebih cepat selesai. Tapi akan berbeda rasanya
jika kita menyelesaikan keinginan dan harapan kita dengan usaha kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar