Kamis, 28 Juni 2012

Sungguh tidak adil hidup ini


Keadilan...keadilan...keadilan...semua orang berbicara tentang keadilan, disini mereka menuntut keadilan, disana pun mereka menuntut keadilan. Sang adik meminta keadilan bermain dari kakaknya, masyarakat meminta keadilan dari pemerintah, serta para mahasiswa meminta pula keadilan dari para dosennya. Bicara tentang keadilan, memang sebenarnya apa sih keadilan itu??
            Keadilan yang telah saya rangkum dari ebook pemberian pak dosen mengatakan bahwa “Keadilan itu adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban” dan hal tersebut adalah benar. Keadilan adalah apabila kita meminta hak kita setelah melaksanakan kewajiban kita masing-masing. Para pekerja meminta hak berupa gaji setelah bersusah payah bekerja selam dua minggu atau sebulan. Para mahasiswa wajib mendapatkan hak berupa ilmu setelah membayar uang spp yang merupakan kewajibannya ataupun kewajiban orang tua. anak meminta uang jajan kepada orang tuanya setelah melaksanakan kewajibannya yaitu belajar.
            Memangnya keadilan itu jelasnya seperti apa sih? Apa cukup dengan memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak? Tentunya tidak. Memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak hanyalah satu dari sekian banyak arti keadilan. Keadilan bisa juga dibilang dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Seperti misalnya ada kakak dan adik yang mendapat jatah makanan, bagaimana kah pembagian jatah makanan yang adil? Pastinya dengan jatah kakak lebih banyak dari adik. Karena kebutuhan kakak lebih banyak dari adik, maka itu baru bisa disebut adil.
            Omong-omong masalah keadilan saya menjadi ingat kisah hidup saya sehari-hari yang selalu diliputi dengan ketidak adilan. Banyak ketidak adilan yang saya alami dalam sehari bahkan seminggu karena saya rasa hidup itu penuh dengan ketidak-adilan.
            Kisah ketidak-adilan saya yang pertama. Saya selalu menjalankan kewajiban saya sebagai mahasiswa yaitu pergi ke kampus. Didalam absen hampir tidak pernah saya tidak hadir dalam kelas, apapun itu pelajarannya. Pelajaran saya ikuti dan saya selalu mencatat bagian penting dari setiap pelajaran. Inilah atau itulah, hampir semua saya tulis di buku catatan saya. Saya selalu berusaha untuk hadir di kelas seberat apapun kemalasan dan alasan-alasan lainnya yang menghadang. Tapi kenapa sebagian dari para dosen terkadang tidak masuk ke kelas sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kemana keadilan yang harus didapat oleh para mahasiswa seperti kita ini....hehehehe.
            Kisah ketidak-adilan yang kedua terjadi setiap minggunya. Ketika harusnya saya mendapatkan jatah saya berupa uang jajan yang sesuai, sedangkan saya telah belajar dengan maksimal. Kenapa saya bilang ini adalah ketdak-adilan yang kedua? Karena terkadang orang tua saya lupa memberi uang jajan yang merupakan suatu hak resmi yang harus saya dapatkan setelah sekian pusing belajar. Lalu terkadang pula uang jajan saya dikurangi dengan sengaja. Kira-kira yang seperti itu disebut korupsi atau tidak ya? Kalo itu korupsi pastinya Komisi Pemberantasan Korupsi pastinya sering datang ke rumah saya hehehehe.
            Lucu juga ya kalo saya baca lagi tulisan ini. Kalo diliat-liat tulisan ini kayanya isinya keluhan semua hehehe. Saya tidak maksud sih buat berkeluh-kesah, ga baik tuh namanya. Tapi berhubung tulisan hari ini menyangkut tentang keadilan maka mau tak mau harus saya jelaskan dengan sejelas-jelasnya keadilan dan ketidak-adilan yang saya alami sehari-hari.
            Dan saya minta maaf yang sebesar-besarnya bagi pihak yang mungkin merasa sakit hati dengan pernyataan sehari-hari saya tentang ketidak adilan. Pak dosen yang jarang masuk (siapapun namanya itu), orang tua saya juga, karena saya tidak bermaksud menyinggung sama sekali. Bener-bener deh tulisan kali ini udah kaya pernyataan wartawan di koran hehehe. Gpp deh yang jelas tulisan kali ini udah selesai. Alhamdulillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar