Keadilan...keadilan...keadilan...semua orang berbicara tentang keadilan,
disini mereka menuntut keadilan, disana pun mereka menuntut keadilan. Sang adik
meminta keadilan bermain dari kakaknya, masyarakat meminta keadilan dari
pemerintah, serta para mahasiswa meminta pula keadilan dari para dosennya.
Bicara tentang keadilan, memang sebenarnya apa sih keadilan itu??
Keadilan yang telah saya rangkum
dari ebook pemberian pak dosen mengatakan bahwa “Keadilan itu adalah pengakuan
atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan
kewajiban” dan hal tersebut adalah benar. Keadilan adalah apabila kita meminta
hak kita setelah melaksanakan kewajiban kita masing-masing. Para pekerja
meminta hak berupa gaji setelah bersusah payah bekerja selam dua minggu atau
sebulan. Para mahasiswa wajib mendapatkan hak berupa ilmu setelah membayar uang
spp yang merupakan kewajibannya ataupun kewajiban orang tua. anak meminta uang
jajan kepada orang tuanya setelah melaksanakan kewajibannya yaitu belajar.
Memangnya keadilan itu jelasnya
seperti apa sih? Apa cukup dengan memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak? Tentunya
tidak. Memenuhi kewajiban dan mendapatkan hak hanyalah satu dari sekian banyak
arti keadilan. Keadilan bisa juga dibilang dengan menempatkan sesuatu pada
tempatnya. Seperti misalnya ada kakak dan adik yang mendapat jatah makanan,
bagaimana kah pembagian jatah makanan yang adil? Pastinya dengan jatah kakak
lebih banyak dari adik. Karena kebutuhan kakak lebih banyak dari adik, maka itu
baru bisa disebut adil.
Omong-omong masalah keadilan saya
menjadi ingat kisah hidup saya sehari-hari yang selalu diliputi dengan ketidak
adilan. Banyak ketidak adilan yang saya alami dalam sehari bahkan seminggu
karena saya rasa hidup itu penuh dengan ketidak-adilan.
Kisah ketidak-adilan saya yang
pertama. Saya selalu menjalankan kewajiban saya sebagai mahasiswa yaitu pergi
ke kampus. Didalam absen hampir tidak pernah saya tidak hadir dalam
kelas, apapun itu pelajarannya. Pelajaran saya ikuti dan saya selalu mencatat
bagian penting dari setiap pelajaran. Inilah atau itulah, hampir semua saya
tulis di buku catatan saya. Saya selalu berusaha untuk hadir di kelas seberat
apapun kemalasan dan alasan-alasan lainnya yang menghadang. Tapi kenapa sebagian
dari para dosen terkadang tidak masuk ke kelas sesuai jadwal yang telah
ditetapkan. Kemana keadilan yang harus didapat oleh para mahasiswa seperti kita
ini....hehehehe.
Kisah ketidak-adilan yang kedua
terjadi setiap minggunya. Ketika harusnya saya mendapatkan jatah saya berupa
uang jajan yang sesuai, sedangkan saya telah belajar dengan maksimal. Kenapa saya
bilang ini adalah ketdak-adilan yang kedua? Karena terkadang orang tua saya
lupa memberi uang jajan yang merupakan suatu hak resmi yang harus saya dapatkan
setelah sekian pusing belajar. Lalu terkadang pula uang jajan saya dikurangi
dengan sengaja. Kira-kira yang seperti itu disebut korupsi atau tidak ya? Kalo itu
korupsi pastinya Komisi Pemberantasan Korupsi pastinya sering datang ke rumah
saya hehehehe.
Lucu juga ya kalo saya baca lagi
tulisan ini. Kalo diliat-liat tulisan ini kayanya isinya keluhan semua hehehe. Saya
tidak maksud sih buat berkeluh-kesah, ga baik tuh namanya. Tapi berhubung
tulisan hari ini menyangkut tentang keadilan maka mau tak mau harus saya
jelaskan dengan sejelas-jelasnya keadilan dan ketidak-adilan yang saya alami
sehari-hari.
Dan saya minta maaf yang
sebesar-besarnya bagi pihak yang mungkin merasa sakit hati dengan pernyataan
sehari-hari saya tentang ketidak adilan. Pak dosen yang jarang masuk (siapapun
namanya itu), orang tua saya juga, karena saya tidak bermaksud menyinggung sama
sekali. Bener-bener deh tulisan kali ini udah kaya pernyataan wartawan di koran
hehehe. Gpp deh yang jelas tulisan kali ini udah selesai. Alhamdulillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar