Kamis, 28 Juni 2012

Manusia dan Keindahan


Manusia dan Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, yangberarti bagus, permai, cantik, elok, molek, dll. Keindahan identik dengan kebenaran keduanya memiliki sifat yang sama dan selalu mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal,artinya tidak terikat oleh selera perseorangan,waktu dan tempat,selera mode,kedaerahan atau lokal.kawasan keindahan bagi manusia sangatlah luas,seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi,sosial,dan budaya.
Keindahan dalam arti yang luas meliputi :
a.       keindahan seni
b.      keindahan alam
c.       keindahan moral
d.      keindahan intelektual
Keindahan dalam arti setetik murni
Keindahan dalam arti setetik murni menyangkut pengalaman estetik seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Keindahan dalam arti terbatas
Keindahan dalam arti terbatas adalah yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yaitu berupa keindahan bentuk dan warna.
Menurut The Liang Gie pengertian keindahan dianggap salah satu jenis nilai (nilai estetik) yakni nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tecakup dalam pengertian keindahan. Bahwa setiap yang berkaitan dengan pengertian keindahan melalui penampilannya dan penghayatan penghayatan maka setidak-tidaknya akan menemukan penggolongan nilai terpenting yaitu nilai ekstrinsik dan nilai intrinsic.
Nilai ekstrinsik yaitu nilai yang sifatnya baik sebagai alat untuk membantu sesuatu hal sedangkan nilai intrinsic adalah sifat baik yang terkandung didalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.
Karena sifatnya yang universal, keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedang ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kedua dasar ini dihubungkan, maka akan terjadi suatu penilaian bahwa sesuatu itu indah.
Pengungkapan Keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupapengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan dan lain-lain. Tujuannya tentu saja dilihat dari segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati. Berikut ini akan dijelaskan alasan.motivsi dan tujuan seniman menciptakan keindahan:

- Tata Nilai yang telah usang.

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.

- Kemerosotan Zaman.

Keadaan yang merendahakan derajat dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dai segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa meghiraukan ketentuan-ketentuan hukum dan agama dan juga moral masyrakat.

- Penderitaan Manusia.

Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusia lah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
- Keagungan Tuhan.

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indahnya menusia membuat sesuatu yang indah, tidaklah akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan YME.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar